Ketua DPD KPK-I NTB Mendesak KPK dan Kejagung RI Bleclis PT Putra Nangroe Aceh Diduga Ada Konspirasi

Bima ~ tangkap.update24jam.id ~ Ketua Dewan Pimpinan daerah (DPD-NTB) Sukirman SH menyampaikan Ketidaksenangan sebagian pihak terhadap kehadiran Perkumpulan Kontrol Publik Kebijakan Independen (KPK-I)

Merupakan kewajiban adalah hal yang wajar. Karena tugas kita adalah mengawasi, mengkritisi, dan mendorong transparansi, maka pihak yang terbiasa tanpa kontrol pasti merasa terusik.

Kita bukan musuh pemerintah atau siapa pun. Kita adalah mitra kritis rakyat, penjaga akuntabilitas dan pembela kepentingan publik itu tidak terbantahkan. Ujar Ketua DPD KPK-l Sukirman SH 

Jika ada yang gelisah dengan kehadiran kita, itu tanda bahwa fungsi kontrol sosial sedang berjalan. Tetap profesional, beretika, dan fokus pada kerja nyata. Integritas adalah kekuatan kita.

Lanjut mantan Lawyer Sukirman SH mengatakan, rehabilitasi bangunan MTSN 2 Bima berlokasi di desa Bugis kecamatan sape kabupaten bima sangat miris melihat keterlambatan pekerjaan proyek, tentu akan menghambat proses belajar mengajar para siswa dan siswi. Ungkap Sukirman SH 

Kini menjadi pertanyaan publik pada hari ini, kenapa dan ada apa sehingga pekerjaan proyek belum diselesaikan dalam ( 11 ) Sebelas sekolah. Terdiri dari (6) di kabupaten bima (1) Kota Bima, di kabupaten Dompu (1) kemudian Kabupaten Sumbawa (2) dan Sumbawa Barat (1), mengisahkan anggaran tahun 2025 bersumber dari APBN sejumlah 61 miliar lebih sehingga pada tahun 2026 belum saja apa-apa. 

Ironisnya, PT Putra Nangroe Aceh tidak ada transparan dan secara spesifikasi terkait dengan penggunaan anggaran negara untuk mencantumkan nominal serta tahun di dalam papan informasi proyek. Bahwa ini menduga kuat merupakan ada Konspirasi terselubung antara kementerian pekerjaan umum RI, begitu juga sebaliknya pihak perusahaan mengambil keuntungan pribadi sehingga proyek terbengkalai dilapangan. Bebernya 

Kemudian ia berkata, apakah memang menjadi acuan kementerian PU, atau kemungkinan disengaja oleh pihak PT PNA menggabungkan anggaran??. Beberapa sekolah di kabupaten bima yang mendapat proyek rehabilitasi dan renovasi tidak pisahkan nominal, namun anehnya dicantumkan dalam papan informasi menjadi satu (1).

Jika pekerjaan selalu menghambat, yakin kerugian negara puluhan miliar, kini diduga ada peran aktif para oknum yang meraup keuntungan dengan dalil nggak jelas. mendesak Kejaksaan Agung (KEJAGUNG RI ) dan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK-RI) serta bapak Prabowo Subianto selaku panglima tertinggi negara, agar mengambil keputusan untuk melakukan Bleclis PT Putra Nangroe Aceh juga memproses yang terlibat dalam hal skandal dugaan korupsi agar di adili sebagai mana di gaungkan oleh presiden RI korupsi adalah musuh kita bersama. Imbuhnya 

Jangan di biarkan pihak kementerian PU selaku kuasa pengguna anggran ( KPA ) dan Dinas PU Ntb, harus bertanggung jawab dengan beberapa kroninya yang terlibat langsung dalam praktek oleh pihak PT Putra Nangroe Aceh untuk memperkaya diri serta kelompoknya karena ketidakmampuan mengelola program proyek pusat.

Sehingga negara di rugikan miliaran rupiah akibat kebijakan yang sangat bobrok dan sampai sekarang pembangunan Revitalisasi dan Renovasi tersebut di bima terbengkalai alias belum terselesaikan. Pungkasnya Sukirman SH 

Demi keseimbangan pemberitaan wartawan media ini atas Nama Aryadin, melalui via WhatsApp pribadinya bagian dari PT Putra Nangroe Aceh. Melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait proyek sekolah baru saja beberapa porsen dilaksanakan pekerjaan di dokumentasikan berapa video hasil investigasi. Pada hari Selasa tanggal (03/02/2026)

Adapun tanggapan disampaikan oleh pihak PT Putra Nangroe Aceh: Bisa bapak kirimkan gambar kontrak yang ada dividio barusan
dan Belum sama sekali dikerjakan bapak ya... Inikan rehab. Benarkan. Ucapnya 

Mirisnya Proyek di MTsN 2 Bima Terbengkalai Meminta Kejari Bima dan Kejati Ntb Evaluasi PT PNA

https://youtu.be/_fkO53JSjXk


PT Putra Nangroe Aceh: Cukup besar anggaran nya, " Siap belum. Maka dari itu kami akan melaporkan kepada pihak Kejari Bima dan Kejati Ntb. Memang besar anggaran nya.

PT Putra Nangroe Aceh: Perusahaan benar milik kami pak.Yang ikut tendernya bukan kami. Cuman perusahaan aja yang kami sewakan ke pemenang tender. Salah kasih perusahaan berakibat fatal bagi kami pak. Lanjutkan pak. Kami pihak perusahaan harus menanggung sebab akibatnya pak.

Aryadin: Oleh karena itu, akan membuat kelambatan dalam rangka belajar mengajar. Dengan hal ini saya akan melakukan koordinasi dengan pihak APH, mengingat ini sangat miris dilakukan oleh pihak PT Putra Nangroe Aceh. 

Fakta nya untuk belajar mengajar meminjam sekolah sebelah. Tentu saja ini akan berdampak buruk bagi PT Putra Nangroe Aceh

Jawabnya. PT Putra Nangroe Aceh: Jelas sekali pak. Saya baru tau dsri bapak. Karena saya posisi di aceh. Mungkin direkturnya sudah tau.... Yang jelas pusing juga kepala nya pak.

Aryadin: Memang benar itu pusing. Bahwa saya tidak bisa mengambil kesimpulan untuk solusi nya, tapi saya juga berterima kasih atas tanggapan nya dan simak selengkapnya di link berita tangkap.upadate24jam.id nanti sembari pembuatan laporan resmi.

PT Putra Nangroe Aceh: Rusak sudah indonesia pak. Saiapa lagi yang masyarakat bisa percaya. Penagak hukum aja beginian tingkah lakunya. Negara kita mau dikemanain. Ntah kemana kehidupan anak cucukita nanti. Siap pak. Dan sudah Tugas bapak itu... Saya mewakili putra naggroe aceh... Mahon maaf yang sebesar²nya... Bukan keinginan kami dan kami cuman 1,2% dari kontrak pak... Sebagai pemilik perusahaan. Dan yang masyarakat tau nama Persuhaan. Tapi dibalik layar kan enggak. Makasih info nya pak.. Dan sukses selalu... Salam buat teman teman di bima. Sekali lagi saya dari PT. PUTRA NAGGROE ACEH mohan maaf sedalam dalam nya atas ketidak nyamanan ini pak.

Aryadin: maaf sebelumnya mungkin bisa membantu untuk nomor WhatsApp nya Direktur PT Putra Nangroe Aceh agar terhubung biar pemberitaan Media saya ada keseimbangan, supaya tidak menjadi asumsi liar alias isu hoax yang kami sajikan di lapangan.

Hingga berita ini dipublikasikan pihak direktur PT Putra Nangroe Aceh belum ada tanggapan nya dan pihak kementerian PU atau dinas pekerjaan umum provinsi nusa tenggara barat NTB.

Sembari memperbaiki situs website link media Tangkap Update24jam berita ini disiarkan melalui web lain menggunakan blogspot gratis. 

Komentar

Detektif87

Pasca Pembubaran FPI, Kabaharkam Polri: Mau Jadi Apa Negara Ini kalau Kita Diam

Mobil Dinas Di Kabupaten Bima, Keluyuran Di Hari Minggu Diduga Jalan-jalan kepentingan pribadi.

Wacana Pemekaran di NTB Telah Sirna Ditelan Maling Divestasi Saham Newmont