L-KPK Aceh Timur, Ungkap terpuruk Pemda Aceh Timur, Dalam permasalahan Elpiji Dan Pupuk Bersubsidi.
Aceh Timur ~ Intel Media Bima ~ Lembaga KPK DPC Aceh Timur melakukan invetigasi terkait mengapa Sebagian masyarakat Kabupaten Aceh Timur tepat nya di kecamatan darul aman desa bagok panah kelimpungan gegara gas elpiji 3 Kg yang bersubsidi langka di pasaran. Mereka mempertanyakan menghilangnya pasokan gas tabung melon itu yang terjadi sejak beberapa pekan belakangan.
"Sudah hampir 3 tahun susah cari gas. Sekalinya ada mahal, sampai Rp 30 ribu. Nggak tahu kenapa," kata Razali (40) warga Desa bagok panah Kecamatan Darul Aman, Kab. Aceh Timur, (27/12/2020).
Dia mengaku mengetahui jika gas elpiji 3 Kg diperuntukan untuk masyarakat tidak mampu. Rajali mengaku dirinya masih berhak membeli gas tersebut.
"Soalnya banyak tetangga saya yang ekonominya lebih baik dari saya, masih pakai gas 3 Kg," kata Razali.
Dan setelah ada isu penangkapan oleh kepolisian pangkalan tersebut hilang entah kemana, padahal sekitar 3 tahun yang lalu pihak geuchik sudah mendatangi PT terkait untuk membuat pangkalan baru didesa tersebut namun al hasil sampai sekarang belum ada kejelasannya.
Reza Nuarif selaku wakil ketua Lembaga KPK DPC Aceh Timur berharap kepada pemda aceh timur maupun dinas terkait agar segera menyelesaikan masalah tersebut maka apabila hal ini belum juga diselesaikan maka kami akan menggugatnya.
Lembaga KPK DPC Aceh Timur melakukan investigasi di beberapa tempat di kecamatan Darul Aman Kab. Aceh Timur di dapat kan banyak terjadi kejanggallan dan penyimpangan hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa saksi dan bukti yang sudah kami dapatkan.
Reza Nuarif wakil ketua Lembaga KPK DPC Aceh Timur mengatakan" kami sudah melakukan Audiensi dengan Dinas terkait dan hal ini akan segera dibenahi namun sampai saat ini kabarnya belum juga ada terdengar ada perubahan yang baik.
hal tersebut, mengakibatkan masyarakat yang pekerjaan nya dibagian pertanian terjadinya kekurangan pupuk bahkan ada juga yang tidak mendapatkan pupuk bersubsidi, sehingga para petani harus membeli pupuk dengan harga yang lebih mahal.
"L-KPK menanyakan kemanakah pupuk bersubsidi tersebut. Maka kami dari Lembaga KPK DPC Aceh Timur jika hal ini tidak secepatnya diatasi maka kami akan menggugat dinas terkait," pungkasnya Ketua L-KPK Aceh Timur.
Komentar
Posting Komentar